STEFAN SAGMEISTER – DESIGN AND HAPPINESS

Pada mata kuliah Tinjauan Desain 1 yang kami dapat pada semester 4 ini,

Kami telah mendapat kesempatan untuk menonton sebuah pemutaran film berdurasi pendek.

Film ini berisi interview seorang desainer grafis terkenal dari Amerika, Stefan Sagmeister (yang katanya udah pernah mengunjungi Bali belum lama ini).

Intinya, pada interview ini, Stefan sang desainer tersebut ingin berbagi pengalaman dirinya mengenai hubungan desain dengan keadaan yang disebut kebahagiaan/ perasaan senang (happiness).

Berikut adalah resume yang kami buat, mengenai isi film dan apa yang kami pelajari dari film itu.

stefan20sagmeister2050

Judul : STEFAN SAGMEISTER : YES, DESIGN CAN MAKE YOU HAPPY

(TED Interview)

Durasi : 15 menit

Pembicara : Stefan Sagmeister

Dalam film ini, seorang desainer terkenal asal amerika, Stefan Sagmeister membagi pengalamannya dalam sebuah interview. Interview tersebut berisi tentang bagaimana seorang Stefan Sagmeister menciptakan desain yang baik, yaitu dengan perasaan senang (happiness).

Mendesain adalah membuat sesuatu karya yang merefleksikan sebuah konsep yang ingin disampaikan dan apa yang dirasakan desainer tersebut. Maka dari itu, perasaan sang desainer saat ia menciptakan sebuah desain akan mempengaruhi hasil desain.

Di sini Stefan berbagi pengalaman melalui dirinya, bahwa membuat suatu karya/desain yang baik adalah dengan perasaan senang. Ia pun menuliskan beberapa list tentang hal-hal yang ia sukai dan lakukan, yang membuat perasaannya menjadi senang, misalnya dengan melakukan travel ke tempat-tempat yang asing/baru baginya. Setelah itu, ia akan mendapat inspirasi dan menciptakan sebuah desain, yang tentunya dilakukan dengan hati yang senang.

5

Apa yang ia coba sampaikan adalah, apa yang dibutuhkan seorang desainer untuk mendesain, dan bagaimana upaya untuk menciptakan ‘faktor’ yang dibutuhkan tersebut. Lakukanlah perkerjaan tanpa perasaan terbebani dan ciptakanlah mood yang baik. Mengerjakan pekerjaan jauh hari sebelum ‘deadline’ adalah salah satu cara untuk memudahkan kita melakukan pekerjaan tanpa perasaan terbebani dan terburu-buru.

Stefan juga mencoba menyampaikan bahwa seorang desainer juga harus berpikir kreatif dan tidak terpaku aturan-aturan yang ada. Seorang desainer yang baik adalah seorang desainer yang melakukan apa yang ia mau, termasuk menentang aturan yang ada dan menciptakan sesuatu yang baru, unik dan dapat dinikmati (bukan dimakan).

Selain itu, desainer yang baik juga perlu memikirkan bagaimana reaksi atau perasaan yang ditimbulkan masyarakat apabila mereka melihat hasil karyanya.

Maka, ciptakanlah desain yang dapat menimbulkan perasaan senang bagi orang yang melihat/ memberi tanggapan.

Contoh yang Stefan dapat berikan adalah bagaimana ia mendesain ‘sign’ untuk petunjuk bus dengan mengubah cara-cara yang kaku dan membosankan dengan caranya, yaitu dengan mencoba pendekatan baru dan menghasilkan desain yang menarik dan membuat orang-orang yang melihatnya menjadi senang dan semangat.

0613-life-instructions1

Kesimpulan kami, dari apa yang Stefan sampaikan, kami merasa bahwa apa yang ia katakan benar.

Kita menciptakan desain harus dengan perasaan yang dapat menginspirasikan kita,misalnya perasaan senang. Apabila mood kita sedang tidak bagus, pekerjaan yang kita lakukan akan terasa membebani pikiran.

Namun, apa yang harus kita lakukan adalah bukan mengikuti perubahan mood kita, melainkan ciptakan mood yang baik saat melakukan pekerjaan. Lakukan apapun yang menyenangkan (Do Something Lively).

Apabila kita mood kita baik, pekerjaan pun akan terasa menyenangkan ,bahkan tidak terasa seperti sebuah ‘pekerjaan’.

Selain itu, cobalah untuk mengatur waktu dan menghindari hal-hal yang membuat pekerjaan tertunda-tunda.

Dan menurut kami, yang terpenting dari semua adalah, seorang desain tidak takut untuk melawan aturan-aturan demi menciptakan desain yang ideal bagi dirinya.

Ini dikarenakan seorang desainer harus menciptakan ide-ide baru yang kreatif dan menarik serta dapat diterima masyarakat.

Udah.


About this entry