Pengertian Art Nouveau

the20art20nouveau20design20book2

Art Nouveau adalah sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan yang meliuk-liuk. Art Nouveau berasal dari bahasa Perancis yang artinya seni baru (new art), diambil dari nama toko di Paris, Maison de l’Art Nouveau yang dibuka pada tahun1895 oleh Siegfried Bing Gaya Art Nouveau berkembang pada masa 1892-1900, pertama kali muncul di Eropa dan menyebar sampai Amerika dengan nama yang berbeda, seperti Jugendstill di Jerman, Liberty di Inggris, Style Moderne di Prancis dan lain-lain.Art Nouveau Style adalah gaya extravaganza dengan ornamen yang terinspirasi dari alam seperti flora yang penuh dengan sulur-sulur, kelopak bunga dan kecantikan wanita.
Art Nouveau adalah sebuah aliran/ langgam/ style seni rupa modern yang marap pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Eropa daratan. Abad ke-20 merupakan masa yang subur bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.). Karya Art Nouveau biasanya dicirikan dengan bentuk-bentuk plastis dan organis, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan: Art Deco yang geometris, kaku meski menggambarkan figur-figur hewan, bunga, atau manusia). Art Nouveau dapat diidentikan dengan cita rasa seni bangunan yang eksentrik dan mahal mengingat tingkat kesulitan detail yang tinggi, belum lagi dengan penerapan bahan yang mahal. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat dengan memajang lukisan Art Nouveau, seperti reproduksi poster-poster karya Mucha Alphonse (atau eksponen Art Nouveau lain: Klimt, Moreau, Munch, Toulouse-Lautrec).

Pada dasarnya aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu ukiran dan ulir flora yang dibuat juga cenderung tampil ‘berlebihan’ untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional. Gaya ini diaplikasikan dalam seni, arsitektur, furniture serta perabot logam dan ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.

Art Nouveau yang muncul di sekitar tahun 1861 di Inggris sering dilihat sebagai
pemberontakan atas nilai-nilai Victoria (ratu Inggris waktu itu). Bentuk-bentuk artistik di zaman itu sangat berkiblat pada gaya klasik Yunani Roma yang didominasi oleh bentuk-bentuk geometris primer seperti segi tiga, segi empat, elips dan lingkaran. Para pencetus Art Nouveau seperti desainer William Morris dipihak lain berpendapat bahwa garis lurus dan sudut tegak lurus seperti yang terdapat pada bentuk-bentuk geometris primitif tidak pernah hadir dalam jagat raya ini. Bahkan dalam tubuh manusia dan benda-benda organisme lainnya tidak akan ditemui satupun garis lurus.
Maka para artis art nouveau mengkreasikan suatu bentuk seni yang menghindari bahkan menentang bentuk garis lurus dan sudut siku-siku dan bentuk geometris primitif lainnya.Mereka menciptakan karya-karya yang penuh garis lengkung.
Art Nouveau dizamannya memang, dilihat dari kacamata sekarangpun , cukup menggairahkan rasa seni, tetapi bentuk gaya seni ini kurang bisa memenuhi tuntutan zaman yang segera datang kemudian. Revolusi industri menuntut apapun yang diproduksi harus bisa dibuat dalam jumlah besar, dengan biaya yang murah dan dengan kecepatan tinggi. Bentuk bentuk aliran garis lengkung sangat sulit dibuat, mahal, dan lagi memakan waktu. Aliran Art Nouveau ini menghilang pelan-pelan di sekitar tahun 1910. Namun di tahun 1960 Art Nouveau seperti dihidupkan kembali.


About this entry