Jakarta Biennale 2009 – Pameran Seni

Apa Itu Jakarta Biennale?

Jakarta Biennale merupakan ajang pameran seni rupa yang diselenggarakan setiap dua tahunan di Jakarta, sebagai bentuk pertanggung jawaban para seniman terhadap masyarakat dan juga bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian.

logo-jb-1

Pada mulanya, Jakarta Biennale pada tahun 1968 bernama ‘Pameran Besar Seni Lukis Indonesia’, barulah kemudian pada tahun 1982, namanya diubah menjadi ‘Biennale Seni Rupa’.

Jakarta Biennale 2009 kali ini adalah ajang pameran seni rupa yang pertama kali bersifat international, yaitu dengan mengundang secara khusus seniman-seniman yang berkualitas dari manca negara, terutama seniman-seniman pemuda dari Asia Tenggara.

Jakarta Bienale tahun ini memiliki tema ARENA. Tema ini diambil dari kata ARENA dan AREA, yang artinya menyimbolkan individu dalam masyarakat yang seolah berada dalam arena yang memperebutkan ruang/area.

ISI PAMERAN

Pameran Jakarta Biennale memiliki 3 tahap :
Zona Pemahaman,
Rangkaian pameran dan kegiatan sederhana, yang mengajak masyarakat luas untuk menyadari apa yang tengah terjadi. Dikarenakan opini kritis mengenai masyarakat yang tidak sadar akan apa yang telah diambil dari hak mereka sendiri. Hak pandang pribadi yang diusik papan iklan di jalan raya sampai pesan iklan yang tiba-tiba muncul di handphone.
Taman bermain umum, dipagari dengan alasan kebersihan, menjadi taman kosong. Kemudian saat dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas, dibongkar karena menjadi beban bagi pengelola. Komplek pasar swalayan, yang dilengkapi hiburan permainan untuk anak-anak yang sesungguhnya dimaksud untuk memudahkan masyarakat melengkapi kebutuhan domestik, sekaligus melakukan rekreasi keluarga, menjadi area konsumtif yang mendominasi kehidupan keluarga dengan beban finansial yang relatif besar.
Bentuk-bentuk karya seni pada tahapan ini bersifat “sepihak”, Rangkaian ‘kegiatan awal’ yang berusaha menyadarkan kita semua akan keadaan sekarang.

Zona Pertarungan
Zona ini merupakan serangkaian pameran seni rupa yang berusaha menciptakan ‘ruang-ruang’ baru untuk publik. Tidak hanya ruang baru dalam artian secara fisik tetapi juga mencakup gagasan-gagasan baru yang berhubungan dengan perkembangan, antara lain; teknologi, ekonomi, politik dan sejarah. Zona ini memfokuskan pada penciptaan fasilitas dan media gagasan baru dalam bentuk fisik maupun mental, memancing pertemuan seniman dan masyarakat untuk lebih berinteraksi dan saling mengapresiasi.

Seni dan teknologi serta hubungan dan pengaruhnya dalam masyarakat juga menjadi fokus bahasan pada kegiatan kegiatan, mengingat bahwa sekarang ini kemajuan teknologi telah mempengaruhi cara pandang kita secara drastis dalam melihat ‘kenyataan’. Intinya, rangkaian pameran zona ini adalah berupaya menciptakan ruang kreativitas yang baru, oleh seniman, masyarakat ataupun kolaborasi keduanya.

Zona Cair
merupakan pameran seni rupa Internasional. Pada dua zona sebelumnya pemusatan kerja dan karya cenderung pada kota, untuk zona cair ini, range sumber karya-karya meluas.

“cair” dalam makna negatif diartikan sebagai lemah saat salah satu budaya ‘merampas’ budaya yang lain, tetapi apabila diinterpretasikan dalam makna positif , ia dimaknai sebagai kemampuan ‘meresapi’ berbagai budaya untuk membentuk sintesa budaya di masing masing negeri.

Pameran ini terbagi menjadi dua bagian yaitu Traffic (Perlintasan) dan On the Map (Pada Peta). Pada section ‘Pada Peta’, akan tampil para perupa muda Asia Tenggara yang reputasinya telah diakui baik secara nasional maupun internasional. Karya-karyanya pun merupakan representasi dari berbagai problem masyarakat kontemporer Asia Tenggara.
Sementara pada section ‘Perlintasan’ karya-karyanya merepresentasikan pandangan perupa asing terhadap masyarakat dan budaya di Asia Tenggara. Pada dasarnya zona ini bertujuan mengingatkan kita agar berpikir kritis dan kreatif untuk menghasilkan suatu peringatan / pemecahan permasalahan yang ada.


About this entry