karya jakarta biennale 2009, “Yang Muda Yang Bertarung” by Propagraphic Movement

jakarta-biennale-2009-mural-dari-unj-photo-by-ayu-2009

Diantara karya – karya yang terpampang, ada kelompok dari Universitas Negeri Jakarta. Para pelukis mural ini adalah 3 orang mahasiswa (Atto, Gun, Bowo) dan 1 orang mahasiswi (Restu) jurusan Seni Rupa UNJ. Mereka tergabung dalam Propagraphic Movement. Sebuah organisasi kampus UNJ yang bergerak di bidang seni rupa itu kini beranggotakan 300 orang mahasiswa dan mahasiswi jurusan seni rupa UNJ.

Sebuah lukisan panjang dengan tulisan besar “Yang Muda Yang Bertarung” seakan ingin melambangkan gejolak muda mereka terhadap perkembangan seni rupa masa kini yang banyak dicemari oleh kepentingan-kepentingan politis.

Arif Widiarto (Atto), pada hari Minggu (1/2/2009) itu tampak masih sibuk menyelesaikan lukisannya. Karya ini lahir dari kesamaan opini dan kegelisahan mereka berempat.

“Saya lihat seniman muda sudah mulai tercemari kepentingan-kepentingan politik dan kreatifitas seninya malah berkurang dan tidak bebas. Banyak karya-karya yang kini juga dipolitisir. Sekarang, mari kita berkreatifitas seni semurninya, kita punya karakter, kita bebas, kita punya jatidiri, dan teruslah untuk memperjuangkannya,” ucap Atto yang ia peruntukkan bagi seniman-seniman muda setanah air.

Pendapat saya:
Menurut saya perkataan para seniman muda diatas sangat benar adanya, sekarang karya – karya seni hasil ciptaan anak bangsa banyak digunakan oleh sebagian orang untuk kepentingan politik, dianggap pornografi lah, tidak sesuai dengan moral bangsalah, padahal mereka hanya ingin menarik perhatian massa dengan bersikap sok memerangi pornografi agar terkesan simpatik tanpa menghiraukan nilai seni dari karya itu sendiri.

Hal seperti ini sangat memprihatinkan, karna dapat mematikan kreatifitas dan kebebasan seniman indonesia dalam berkarya, dan pastinya hal ini akan sangat mempengaruhi perkembangan kesenian di indonesia


About this entry